Kunjungan Pembelajaran (Benchmarking) BKPP Sumba Barat ke Kantor PN Waikabubak.

Diperbarui: Jul 17

Dalam rangka meningkatkan kesiapan pelayanan terpadu satu pintu di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab. Sumba Barat, maka pada hari Kamis. 9 Juli 2020 BKPP Kab. Sumba Barat melakukan kunjungan pembelajaran (Benchmarking) di Kantor Pengadilan Negeri Waikabubak. Kunjungan ini diikuti oleh Kepala BKPP (Woldeman H. Wello, M.Si), Sekretaris BKPP (Antonius S. Kabba, S.STP), Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan (Daud Dapa Bey, SP), Kasubid. Data dan Informasi Kepegawaian (Belthazar Lakamola, S.Kom), serta petugas front office BKPP (Maria Ludwina I. S. Putri). Kunjungan ini diterima secara langsung oleh Ketua PN Waikabubak, Made Adicandra Purnawan, SH di ruang kerjanya.




Dalam pertemuan tersebut, Kepala BKPP menyampaikan maksud kedatangan tim BKPP yaitu untuk melakukan pembelajaran dan studi banding terhadap manajemen pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dikembangkan oleh PN Waikabubak. Lebih lanjut, kepala BKPP menyampaikan bahwa BKPP Kabupaten Sumba Barat sejak tahun 2019 telah meluncurkan inovasi layanan terpadu dengan nama PANDU SATU PLUS atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu berbasis online dan sumberdaya lokal. Hal ini untuk merespon tuntutan Pelayanan Publik pada Organisasi Pemerintahan yang lebih Berkualitas, Profesional, Transparan dan Tepat Sasaran.







Dalam pertemuan tersebut, Ketua PN Waikabubak Made Adicandra Purnawan, SH menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Pemerintah Kab. Sumba Barat melalui BKPP. Hal ini selain sebagai bentuk tukar menukar informasi dan pembelajaran, namun yang lebih utama menunjukan bahwa sinergitas pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara bersama-sama baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun Instansi Pusat di Daerah. Dalam penjelasannya, Ketua PN menyampaikan bahwa hasil yang telah dicapai oleh PN Waikabubak saat ini, khususnya dalam pengembangan PTSP tidak secara instan namun melalui proses dan tahapan panjang. Sejak beliau memimpin Kantor PN Waikabubak Tahun 2019, Pak Made sapaan akrab ketua PN telah memiliki target untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PN Waikabubak.





Tekadnya bahwa Kantor PN bukan lagi sosok kantor yang menyeramkan dan dingin karena tugas dan fungsi yang dijalankan tetapi sudah saatnya Kantor PN Waikabubak merubah stigma tersebut dengan menampilkan wajah pelayanan yang ramah, terpadu, profesional, efektif dan efisien serta memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanannya. Berbagai inovasi layanan dilakukan seperti Penataan front office sebagai tempat pelayanan terpadu yang nyaman, aman, penempatan papan informasi dan petunjuk layanan atau arah yang kekinian dan menarik, pemasangan CCTV yang tersebar diberbagai titik strategis serta penampilan petugas layanan yang profesional dan menarik sehingga kesan pertama yang timbul ketika pengunjung memasuki ruang layanan PTSP PN Waikabubak menyenangkan. Semua inovasi ini dibungkus dengan nama Pelayanan Terpadu Satu Pintu Plus (PTSP Plus) PN Waikabubak. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa, upaya inovasi yang dilakukan ini selain didukung secara penuh oleh Mahkamah Agung sebagai instansi induk, juga didukung oleh staf yang ada di PN Waikabuak melalui kesiapan dan komitmen layanan.



Produk unggulan yang dikembangkan secara lokal oleh PTSP Plus PN Waikabubak adalah layanan eraterang, yaitu suatu layanan berbasis web yang memudahkan bagi pengguna layanan/customer PN Waikabubak mengajukan permohonan surat keterangan/penyitaan/kunjungan bagi tahanan pengadilan dan lain sebagainya tanpa harus mendatangi kantor pengadilan waikabubak. Pengguna layanan cukup mengakses aplikasi eraterang tersebut pada website resmi PN Waikabubak dan mengisi permohonan sesuai kebutuhan. Selain itu, untuk meningkatkan layanan administrasi kepegawaian agar tepat waktu dan tepat jumlah, dikembangkan aplikasi pasola warning, aplikasi ini didesain secara otomatis akan memberikan peringatan/warning kepada petugas personalia atau kepegawaian untuk mengurus administrasi kepegawaian pegawai pengadilan 6 (enam) bulan sebelum waktunya. Dengan demikian dipastikan tidak akan ada keterlambatan atau kelupaan pengurusan administrasi kepegawaian.



Dalam kunjungan tersebut, tim BKPP ditemani oleh Panitera PN Waikabubak sebagai Penanggungjawab layanan, Melky Boreel, A.Md.SH berkeliling menyaksikan secara langsung operasional PTSP Plus PN Waikabubak. Dikatakan oleh Melky bahwa layanan ini sepenuhnya diawasi dan dikontrol oleh petugas/pejabat yang telah ditetapkan dengan SK Ketau PN. Selain itu, setiap petugas di front office sebelum bertugas diberikan pembekalan terkait tugas dan fungsi layanan yang dikelolanya. Untuk meningkatkan kualitas layanan, maka setiap pagi sebelum waktu pelayanan, dilakukan briefing oleh pengawas atau pejabat di PN Waikabubak untuk memberikan informasi terkini maupun penguatan-penguatan dalam rangka meningkatkan semangat dan motivasi pelayanan dari petugas dimaksud. Selain itu, untuk meningkatkan semangat pelayanan, maka setiap bulan diberlakukan pemilihan Pegawai/Petugas layanan teladan dan diumumkan secara terbuka kepada pengguna layanan, dan sebaliknya juga ditetapkan petugas dengan kinerja terburuk yang akan diberikan pembinaan secara berjenjang sesuai ketentuan yang ada. Salah satu inovasi yang cukup menarik yang telah diterapkan oleh PN Waikabubak, pemberlakuan Ruang Kompensasi. Maksudnya adalah, sebagai bentuk komitmen PN Waikabubak atas Standar Pelayanan yang telah ditetapkannya, dimana bagi pengunjung yang karena kelalaian atau tidak sesuainya pelayanan yang dilakukan oleh PN Waikabubak akan diberikan penawaran untuk menikmati fasilitas makan dan minum gratis, layanan wifi dan tv kabel serta ruang tunggu yang nyaman. Tentunya inovasi ini akan semakin meningkatkan standar pelayanan yang maksimal yang telah dikembangkan oleh PN Waikabubak.


Atas berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan, PN Waikabubak selalu menjadi Kantor Pengadilan yang mendapat prestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional, salah satunya keikutsertaan PN Waikabubak dalam Lomba Pelayanan Publik yang diadakan oleh Mahkamah Agung mewakili Provinsi NTT.

32 tampilan